halo77
LIVEHalo matahari tampak sebagai cincin cahaya di sekitar Matahari. Cincin itu bukan benda yang melayang di langit, melainkan fenomena optis yang muncul ketika cahaya berinteraksi dengan kristal es di atmosfer. [1]
Kristal es di awan tinggi
Halo umumnya terbentuk saat kristal es berada di awan cirrus yang dingin, biasanya cirrostratus, pada ketinggian sekitar 5–10 km di lapisan atas troposfer. Jadi, kesan lingkaran bukan berarti awannya tersusun menyerupai cincin: bentuk yang terlihat berasal dari interaksi cahaya dengan kristal es. [1]
Bentuk dan arah kristal mengarahkan cahaya
Kristal es dapat berbentuk batang atau prisma. Bentuk dan arahnya memengaruhi jalur cahaya matahari saat cahaya dibiaskan dan dipantulkan oleh permukaan kristal, lalu diarahkan ke arah tertentu. [1]
Dalam proses tersebut, dispersi memisahkan cahaya menjadi beberapa warna, serupa dengan yang terjadi pada pelangi. Cahaya yang diarahkan oleh kristal es itulah yang tampak sebagai lingkaran di sekitar Matahari. Dengan kata lain, kunci bentuk halo ada pada jalur cahaya, bukan pada kontur awan. [1]
Awan tinggi umum, tetapi bukan satu-satunya tempat
Kristal es juga kadang terbentuk dekat permukaan bumi. Dalam cuaca sangat dingin, kristal yang disebut debu berlian dapat muncul di dekat permukaan dan memantulkan cahaya, sehingga halo sesekali terlihat dalam kondisi tersebut. [1]
Jadi, kemunculan halo matahari berkaitan dengan hadirnya kristal es dan cara bentuk serta arahnya memengaruhi cahaya. Awan tinggi merupakan tempat yang umum bagi kristal itu, sementara pembiasan dan pantulan cahaya menjelaskan mengapa hasilnya tampak seperti cincin. [1]
Sumber
- [1] Wikipedia bahasa Indonesia — Halo (fenomena optis). https://id.wikipedia.org/w/index.php?oldid=29829334&title=Halo_%28fenomena_optis%29 (diakses 2026-10-02).